5 Webapp Gratis Untuk Manajemen Proyek

Pernahkah kamu bingung saat melakukan sebuah proyek,bagaimana caranya mengatur merencanakan dan menyimpan catatan tugas-tugas yang kamu dan timmu akan lakukan?

Lima webapps gratis dibawah ini akan membantu kamu melakukan tugas tersebut

1. Zoho Project

Harga : Gratis untuk 1 proyek, mulai dari 417.564 rupiah per bulan untuk fitur opsional
Fitur : 5/5
User Interface : 4/5

Secara pribadi, software ini adalah favorit saya. Fitur-fiturnya lengkap dan fleksibel! Dari mulai perencanaan harian menggunakan metode Kanban hingga perencanaan jangka panjang dengan dependensi tugas yang rumit menggunakan gantt chart. Tugas dapat dikatagorikan menggunakan apa yang mereka sebut sebagai task list, dan milestone. Milestone dapat digunakan untuk mengukur seberapa dekat kamu dengan selesainya proyek.

Tidak hanya itu, fitur kolaborasinya pun sangat mumpuni. Kamu bisa menambahkan rekan kerja atau teman kamu kedalam proyek, lalu menugaskan mereka ke salah satu tugas yang telah kamu buat. Tim kamu lalu dapat membuat komentar dan update status tugas tersebut. Tidak hanya itu, integrasi dengan kalendarnya sangat baik. Kamu bisa melakukan sinkronisasi kalendar pribadimu dengan tools ini. Apa yang dikerjakan tim kamu lalu bisa dilihat dalam bentuk statistik.

User interface webapp ini menurut saya cukup intuitif dan modern. walau terkadang, karena banyaknya fitur, sedikit sulit untuk melakukan navigasi ke fitur yang kita inginkan. Satu hal yang saya kurang suka juga, Kanban tidak di filter berdasarkan milestone. Kita harus melakukan filter untuk melihat tugas-tugas dalam satu milestone.

Kekurangan lain adalah harga. Walaupun seluruh fiturnya gratis, tapi hanya untuk 1 proyek saja. Kamu harus membayar sekitar 420.000 rupiah per bulan untuk proyek lainnya. Bayangkan kamu harus mengerjakan beberapa proyek dalam satu waktu.

Kesimpulannya, kalau kamu hanya butuh untuk satu proyek saja, Zoho Project adalah pilihan yang menurut saya paling oke. Fiturnya lengkap dan user interfacenya intuitif.

2. Taiga.io

Harga: gratis untuk 1 proyek, 85.000 rupiah perbulan
Fitur : 3/5
User interface: 5/5

Kalau kamu senang dengan metodologi agile / scrum, maka kamu akan jatuh cinta pada web app ini. Seluruh artifak scrum seperti backlog, epic, user stories bisa kamu masukan dan kelola dalam aplikasi ini.

Tampilan aplikasinya sangat menarik dan minimalis, sehingga memudahkan pengguna baru dalam menggunakan web app ini.  Harganya yang masuk akal juga bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menggunakan webapp ini apabila kamu butuh lebih dari 1 proyek.

Sayangnya, taiga.io ditujukan kepada pengguna metodologi agile, sehingga hanya memuat fitur-fitur yang berguna dalam methodologi tersebut. Contohnya adalah tidak adanya gantt chart dan perencanaan waktu terhadap tugas. Hal ini terjadi karena dalam methodologi agile, tim didorong untuk mengambil tugas yang ada tanpa di tuntut deadline. Tugas selesai ketika tugas selesai.

Kesimpulanya, Taiga.io cocok untuk kamu yang menggunakan metodologi agile.

3. Odoo

Harga: Gratis, 270.000 rupiah perbulan untuk fitur tambahan.
Fitur: 4/5
User Interface: 4/5

Hebatnya Odoo adalah dia open source. Jadi kalau kamu punya server sendiri, kamu bisa coba install di server kamu secara gratis.

Fitur yang dimiliki webapp ini cukup lengkap. Kamu bisa melakukan perencanaan, menggunakan kanban untuk melihat tugas dan lain sebagainya. Sayangnya, user interfacenya sedikit kuno, sehingga sedikit sulit untuk memasukan tugas. Kelemahan lainya adalah tidak adanya fitur milestone, sehinga menyulitkan kamu untuk membagi tugas.

Kesimpulan: Gunakan Odoo kalau kamu punya server sendiri dan tidak menggunakan milestone.

4. OpenProject

Harga : Gratis apabila host sendiri, Opensource. 5euro, minimum 25 orang.
Fitur : 5/5
User Interface : 5/5

OpenProject adalah salah satu webb app yang terlengkap. seluruh fitur yang kamu mau ada di sini, gratis pula! sayangnya kamu harus host sendiri aplikasi ini.

5. Trello

Harga: Gratis, berbayar untuk fitr tambahan
Fitur: 2/5
User Interface: 5/5

Sebenarnya trello bukan untuk melakukan manajemen proyek, tetapi kalau kamu cuma butuh papan kanban yang bisa kolaborasi, trello bisa menjadi pilihan. Sayangya, untuk bisa menggunakan fitur penting seperti menetapkan deadline ke tugas kamu harus membayar

Yak, itu adalah 5 webapp gratis untuk melakukan manajemen proyek. Semoga berguna!

Rencana Proyek Kontrol Lampu Rumah Terintegrasi Internet

Proyek Arduino

Tulisan ini adalah catatan harian proyek (Project Diary). Saya akan post terus perkembangan, kemajuan, hambatan yang saya alami saat menjalani proyek ini.

Saya dari dulu ingin sekali belajar elektronika, terutama mikrokontroller. Masalahnya adalah saya tidak mempunyai tujuan. Hasilnya adalah saya jadi malas, dan jadinya malah tidak pernah belajar.

Cukup sudah! itu yang saya katakan ke dalam diri saya. Oleh karena itulah saya menetapkan tujuan utama. Saya ingin mencoba membuat sakelar lampu kamar saya agar terhubung dengan internet, sehingga saya bisa nyalakan /  matikan menggunakan komputer. Saya juga menetapkan tujuan bonus, sistem penjadwalan.

Tentu saja membuat proyek seperti ini membutuhkan budget. Saya menetapkan budget yang saya akan keluar kan maksimal 350 ribu untuk membeli seluruh komponen yang di butuhkan. Saya tidak tahu apakah budget ini sudah cukup atau belum.

Saat mencoba menjalani proyek ini, Saya mendapatkan beberapa masalah, berikut masalah yang saya hadapi:

1. Bagaimana menyala-matikan perangkat listrik menggunakan komponen elektronik, yang menggunakan arus DC, sementara itu elektronik biasanya ?
– Setelah browsing lebih lanjut, saya mendapatkan informasi bahwa saya bisa mengontrol arus listrik menggunakan relay.
relay

2. Bagaimana cara mengontrol relay tersebut?
– Hipotesa saya adalah, saya bisa melakukan hal tersebut dengan arduino. Arduino memiliki pin output yang bisa di kontrol menggunakan programming.

3. Bagaimana cara mengkoneksikan Arduino dengan internet?
– Saya menemukan ada chip dengan nama ESP8266. ESP8266 ini adalah Wifi Receiver. Saya berharap sinyal dari ESP8266 bisa di terima oleh Arduino, yang lalu mengontrol relay. Saya berhipotesa bahwa sangat mungkin bisa membuat program di arduino untuk melakukan pengecekan ke server, apakah relay harus ON/OFF. Kemungkinan besar saya harus melakukan socket programming di arduino. Saya belum mengetahui apakah hal tersebut mungkin di lakukan Atau tidak.

ESP8266
Gambar ESP8266

4. Apakah semua komponen tersebut bisa di beli di indonesia?
– Saya terkejut bahwa seluruh komponen yang saya sebutkan di atas ternyata di jual di Tokopedia. Berikut Url komponen-komponen yang sudah saya beli dan sedang di kirim:

1. Relay 1 Channel, 5v  @Rp 19.000:
https://www.tokopedia.com/daelectronics/relay-module-1-chanel-for-arduino

2. Arduino Uno @Rp 89.000:
 https://www.tokopedia.com/tamjib/high-quality-arduino-uno-r3-board-atmega328p-1pcs-usb-cable

3. ESP8299 @58.000:
https://www.tokopedia.com/daelectronics/esp8266-serial-wifi-wireless-module-for-arduino

4. Prototyping Breadboard @25.000:
https://www.tokopedia.com/tamjib/solderless-breadboard-400-tie-point

5. Kabel Breadboard Male-Female @14.000:
https://www.tokopedia.com/bpraktis/male-to-female-dupont-cable-jumper-kabel-breadboard-20-cm-20pcs

6. Kabel Breadboard Male-Male @11.000:
https://www.tokopedia.com/hpasesoris/kabel-jumper-male-male-breadboard-arduino-wire-bread-board-cable-ab70

Total penggunaan budget: Rp. 216.000. Sisa Budget: Rp. 84.000

Note : ada beberapa komponen yang tokonya sama, sehingga biaya kirimnya bisa di tekan.

Semoga barang yang saya pesan bisa cepat di terima, sehingga saya bisa mulai menjalankan proyek ini.

Update :
Tulisan selanjutnya dari seri ini sudah saya upload:
Cara Berkomunikasi Dengan ESP8266 Menggunakan Arduino