Cara Berkomunikasi Dengan ESP8266 Menggunakan Arduino

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan saya yang berjudul Rencana Proyek Kontrol Lampu Rumah Terintegrasi Internet dengan ESP8266. Silahkan baca tulisan tersebut untuk melihat apa tujuan, dan dimana bisa membeli bahan-bahan untuk mengikuti tulisan ini.

Hal yang paling pertama saya lakukan ketika menerima modul-modul tersebut adalah mencari tahu bagaimana cara mengkoneksikan Arduino ke komputer, dan bagaimana mengkoneksikan ESP8266 ke Arduino.

Setelah saya browsing lebih lanjut, saya salah mengira bahwa ESP8266 itu hanya sebuah modul wifi untuk Arduino. ESP8266 ternyata adalah sebuah mikrokontroler seperti Arduino, yang bisa di program dan memiliki port GPIO. Hal ini berarti modul itu bisa di koneksikan langsung ke komputer dan diprogram.

Yang menjadi masalah adalah, modul tersebut tidak memiliki port USB seperti Arduino, sehingga harus menggunakan adapter TTL serial ke USB seperti FT232RL. Kamu bisa membeli FT232RL disini seharga 80.000.

Untungnya, setelah saya pelajari lebih lanjut, Arduino bisa di hack sebagai adapter serial, sehingga kita bisa mengkoneksikan modul tanpa FT232RL. Masalahnya adalah, ESP8266 menggunakan voltase 3.3v, sedangkan voltase arduino adalah 5v. Hal ini berarti kamu beresiko merusak modul ESP8266 kamu, apabila menggunakan cara yang saya jelaskan dibawah, walaupun, saya sudah buktikan sukses melakukan hal ini.

Yang perlu di persiapkan:
1. Instalasi Arduino IDE (https://www.arduino.cc/en/Main/Software)
2. Konfigurasi SDK ESP8266 di Arduino IDE (Tutorial)

  1. Persiapkan Arduino dalam mode serial, Dengan cara menyambungkan pin RESET ke pin GROUND. (Pin ke 3 dengan pin ke 6)
    Reset-Pin
  2. Sambungkan Pin RX di modul dengan RX Arduino, TX dengan TX. Gunakan Gambar di bawah untuk melihat mana pin RX dan TX.Pin Out ESP8266
  3. Gunakan Breadboard, Sambungkan 3.3 volt (Penting! jangan gunakan VCC 5.5 Volt agar tidak merusak ESP8266 anda) Ke bagian + di breadboard, dan GND di arduino ke – di breadboard
    .Breadboard Connection
  4. Koneksikan VCC, CH_PD di ESP8266 ke + di breadboard, Sedangkan GND di modul ke – di breadboard.
  5. Silahkan koneksikan Arduino anda ke komputer, dengan Arduino IDE terbuka. Pilih Tools->Port di menu utama, sesuaikan dengan COM port Arduino anda. Setelah itu, pilih Tools->SerialMonitor. Pilih Both NL & CR, dengan BaudRate 115200. Lalu ketik “AT” dan klik Send.
    Screen Shot 2016-02-27 at 2.20.28 PM

Apabila tulisan OK, hal tersebut berarti anda telah berhasil berkomunikasi dengan ESP8266. Apabila belum, anda mungkin harus memeriksa sambungan kabel dan mencoba merubah baud rate menjadi lebih rendah. Anda bisa mencoba mencari Wifi, Koneksi ke Wifi dengan perintah-perintah AT command di bawah. Cara menuliskan perintahnya menggunakan SerialMonitor seperti diatas.

Kamu bisa melihat command command apa saja yang bisa di kirim di sini : http://wiki.iteadstudio.com/ESP8266_Serial_WIFI_Module

Selamat Mencoba!

Tulisan selanjutnya akan berfokus ke bagaimana cara memprogram dan memainkan port GPIOnya.

Rencana Proyek Kontrol Lampu Rumah Terintegrasi Internet

Proyek Arduino

Tulisan ini adalah catatan harian proyek (Project Diary). Saya akan post terus perkembangan, kemajuan, hambatan yang saya alami saat menjalani proyek ini.

Saya dari dulu ingin sekali belajar elektronika, terutama mikrokontroller. Masalahnya adalah saya tidak mempunyai tujuan. Hasilnya adalah saya jadi malas, dan jadinya malah tidak pernah belajar.

Cukup sudah! itu yang saya katakan ke dalam diri saya. Oleh karena itulah saya menetapkan tujuan utama. Saya ingin mencoba membuat sakelar lampu kamar saya agar terhubung dengan internet, sehingga saya bisa nyalakan /  matikan menggunakan komputer. Saya juga menetapkan tujuan bonus, sistem penjadwalan.

Tentu saja membuat proyek seperti ini membutuhkan budget. Saya menetapkan budget yang saya akan keluar kan maksimal 350 ribu untuk membeli seluruh komponen yang di butuhkan. Saya tidak tahu apakah budget ini sudah cukup atau belum.

Saat mencoba menjalani proyek ini, Saya mendapatkan beberapa masalah, berikut masalah yang saya hadapi:

1. Bagaimana menyala-matikan perangkat listrik menggunakan komponen elektronik, yang menggunakan arus DC, sementara itu elektronik biasanya ?
– Setelah browsing lebih lanjut, saya mendapatkan informasi bahwa saya bisa mengontrol arus listrik menggunakan relay.
relay

2. Bagaimana cara mengontrol relay tersebut?
– Hipotesa saya adalah, saya bisa melakukan hal tersebut dengan arduino. Arduino memiliki pin output yang bisa di kontrol menggunakan programming.

3. Bagaimana cara mengkoneksikan Arduino dengan internet?
– Saya menemukan ada chip dengan nama ESP8266. ESP8266 ini adalah Wifi Receiver. Saya berharap sinyal dari ESP8266 bisa di terima oleh Arduino, yang lalu mengontrol relay. Saya berhipotesa bahwa sangat mungkin bisa membuat program di arduino untuk melakukan pengecekan ke server, apakah relay harus ON/OFF. Kemungkinan besar saya harus melakukan socket programming di arduino. Saya belum mengetahui apakah hal tersebut mungkin di lakukan Atau tidak.

ESP8266
Gambar ESP8266

4. Apakah semua komponen tersebut bisa di beli di indonesia?
– Saya terkejut bahwa seluruh komponen yang saya sebutkan di atas ternyata di jual di Tokopedia. Berikut Url komponen-komponen yang sudah saya beli dan sedang di kirim:

1. Relay 1 Channel, 5v  @Rp 19.000:
https://www.tokopedia.com/daelectronics/relay-module-1-chanel-for-arduino

2. Arduino Uno @Rp 89.000:
 https://www.tokopedia.com/tamjib/high-quality-arduino-uno-r3-board-atmega328p-1pcs-usb-cable

3. ESP8299 @58.000:
https://www.tokopedia.com/daelectronics/esp8266-serial-wifi-wireless-module-for-arduino

4. Prototyping Breadboard @25.000:
https://www.tokopedia.com/tamjib/solderless-breadboard-400-tie-point

5. Kabel Breadboard Male-Female @14.000:
https://www.tokopedia.com/bpraktis/male-to-female-dupont-cable-jumper-kabel-breadboard-20-cm-20pcs

6. Kabel Breadboard Male-Male @11.000:
https://www.tokopedia.com/hpasesoris/kabel-jumper-male-male-breadboard-arduino-wire-bread-board-cable-ab70

Total penggunaan budget: Rp. 216.000. Sisa Budget: Rp. 84.000

Note : ada beberapa komponen yang tokonya sama, sehingga biaya kirimnya bisa di tekan.

Semoga barang yang saya pesan bisa cepat di terima, sehingga saya bisa mulai menjalankan proyek ini.

Update :
Tulisan selanjutnya dari seri ini sudah saya upload:
Cara Berkomunikasi Dengan ESP8266 Menggunakan Arduino

Plus-Minus Menggunakan Macbook Pro 13 retina display

Saya sudah menggunakan laptop Macbook Pro sejak sekitar 4 bulan yang lalu. Sebelumnya saya menggunakan laptop Acer Aspire. Saya mengganti laptop saya karena rusak. Selama 4 bulan ini, saya mengalami beberapa hal yang saya sukai dan yang saya benci.

Yang Saya Sukai ( di urutkan dari yang paling saya sukai):

  1. Touchpad Force Touch.
    Saya terkejut menggunakan touchpad ini. Feedback kliknya tidak menggunakan sistem mekanis seperti keypad biasa, tetapi menggunakan motor yang dirancang khusus untuk bergetar menyerupai sistem mekanis. Efeknya adalah, ketika kamu klik di mana saja kamu bisa merasakan feedback klik yang merata, berbeda dengan touchpad lain yang biasanya hanya bisa di klik di bagian bawah touchpad tersebut atau walaupun bisa di klik di mana saja, tidak ada feedbacknya. Bagi saya, ini adalah fitur paling yang saya sukai.
  2. Spotlight
    Membuka aplikasi apapun cukup dengan menekan command+space lalu mengetik 2 huruf pertama nama aplikasinya. Tidak perlu susah payah klik banyak menu hanya untuk membuka aplikasi. Spotlight juga bisa di gunakan untuk melihat kurs uang, kalkulator, cuaca dan lain-lain.
  3. Retina Display
    Display Macbook pro ini luar biasa tajam. Warna-warna yang dihasilkan juga begitu hidup. Apalagi jika dibandingkan dengan laptop saya yang lama, resolusi layarnya “cuma” 1366×768, sementara resolusi layar ini 2560×1600. Tajamnya membuat saya tidak cepat lelah memandang text, yang sering sekali saya lakukan ketika melakukan programming.
    9-stunning-examples-of-the-new-ipad-s-retina-display-629e9b2ec4
  4. Battery Life
    Macbook pro ini tahan saya gunakan untuk browsing, programming android ( yang IDE nya berat sekali) dan menonton video hampir 10 jam. Saya sangat terkejut karena artinya tahan seharian, berbeda jauh dengan laptop saya yang lama yang hanya bertahan maksimal 2 jam dengan kondisi seperti itu. Ini juga berarti saya tidak perlu membawa charger saat bekerja sehari penuh.
  5.  Ringan & tipis
    Laptop ini tebalnya hanya setengah laptop saya yang lama. Saya terkadang harus mengecek lagi apakah saya sudah membawa laptop apa belum, karena tas yang saya gunakan tidak seberat ketika saya menggunakan laptop acer yang beratnya sekitar 2 kg.
  6. Multitouch Gesture
    Mengganti virtual desktop cukup swipe 3 jari ke kanan, melihat aplikasi yang aktif cukup geser tiga jari ke atas, Gesture-gesture ini sangat praktikal dan memudahkan. Ini adalah fitur yang paling sering saya gunakan.
  7. Unix Based (Mac OS X)
    Hal ini memang tidak terlalu penting, tetapi merupakan salah satu fitur yang saya suka, karena saya sudah terbiasa menggunakan perintah-perintah Unix.

Hal yang saya benci (Di urutkan dari yang saya benci)

  1. Shortcut finder yang aneh
    Saya harus menggunakan cmd+arrow down untuk masuk ke dalam folder atau menjalankan file, sementara hal yang tidak terlalu saya sering gunakan seperti rename, malah di taruh di tombol enter. Sungguh tidak masuk logika shortcut rename adalah enter.
  2. Get Info multiselection yang aneh
    Apabila saya select beberapa item, lalu klik get info, Saya ekspek akan keluar info gabungan dari file dan folder yang saya select. Tetapi yang keluar malah seperti di bawah, dan tidak ada cara mudah untuk close semua window yang keluar.
    Screen Shot 2016-02-02 at 8.23.53 AM
  3. Opsi Boot to windows di sembunyikan.
    Berbeda jauh saat ingin pindah dari windows ke mac yang cukup klik kanan di taskbar, untuk bisa memilih pindah mac ke windows di haruskan membuka system preferences -> Startup disk -> klik logo gembok lalu memilih bootcamp. Hal ini seakan apple tidak ingin penggunanya menggunakan windows.

Demikianlah apa yang saya suka, dan saya benci dari mac book Pro 13 Retina.